
BREBES – Di tengah pandemi virus corona atau covid-19, ada sekitar 65 ribu perantau sudah kembali ke kampung halaman di Kabupaten Brebes dalam kurun waktu tiga pekan belakangan. Puluhan ribu pemudik yang tersebar merata di 17 Kecamatan di Kabupaten Brebes berasal dari sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya yang merupakan zona merah covid-19.
Kendati demikian, hingga Kamis (16/4) petang, data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Brebes temuan kasus pasien covid-19 masih nihil. Kepala Dinkes Brebes dr Sartono mengatakan, pihaknya bersyukur karena kasus positif covid-19 belum ditemukan di Brebes.
“Alhamdullilah untuk kasus covid-19 di Brebes masih nihil atau belum ada yang positif. Segala upaya pencegahan kita lakukan sejak dini, melalui posko satgas mereka melakukan pemeriksaan dan pemantauan perantau di setiap desa melalui puskesmas masing-masing,” kata dia.
Menurut Sartono, meski pasien positif covid di Brebes masih nihil, pihaknya tidak lengah. Tim Gugus Tugas Covid-19 yang tersebar di seluruh kecamatan selalu siaga mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi.
“Kalau ada yang sakit kita upayakan langsung dibawa ke puskesmas atau RS. Dan juga selalu menghimbau untuk karantina mandiri selama 14 hari kepada perantau,” ucap dia.
Sementara itu, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Brebes dr. Oo Suprana, pihaknya masih merawat sebanyak 6 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 9 Orang Dalam Pengawasan (ODP). Meski masih dirawat, namun untuk ke-15 pasien tersebut dalam kondisi kesehatan secara klinis stabil.
“Ya sampai sekarang kita masih rawat, masih ada. Hingga saat ini ada enam PDP dan sembilan ODP yang dirawat di RSUD Brebes,” kata Oo. (*)
Editor: Irsyam Faiz
Di kutip by AT from Pantura Pos .Com


