Bantuan PKH di Brebes Tak Tepat Sasaran, Rumah Mewah Dicap ‘Keluarga Miskin’

Saat pelabelan ‘Keluarga Miskin’, puluhan warga memilih mundur.

BREBES – Beberapa hari ini, dunia maya dihebohkan dengan foto-foto rumah mewah yang dicap pilok ‘Keluarga Miskin’ sebagai penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH). Publik pun geram karena menilai penyaluran bantuan untuk keluarga miskin selama ini ternyata salah sasaran.

Informasi yang diterima PanturaPost, foto tersebut diketahui berlolasi di Desa Ciputih, Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes. Kepala desa setempat, Slamet Becco, membenarkan informasi itu. Dia pun mengaku baru mengetahuinya setelah ada pelabelan keluarga miskin dengan pilok pada Rabu (29/4/2020).

Salah satu rumah mewah yang dicap label ‘Keluarga Miskin’ yakni milik Surya. Dia mengaku tidak mengetahui kenapa keluarganya masuk menjadi penerima manfaat PKH.

“Saya ga tau didata atau tidak karena saya diperantauan. Mungkin awalnya sebelum rumah begini ya mungkin sudah didata. Kalau rumah ini kan baru 2-3 tahun yang lalu,” katanya.

Usai rumahnya dicap ‘Keluarga Miskin’ dia pun akhirnya memilih mundur. “Pemasangan cap ini kan saya juga tidak tahu. Kalau tahu mungkin saya pertimbangkan pantes atau tidaknya. Tapi setelah ini saya mundur,” kata Surya.

Menurut Slamet, data penerima manfaat PKH di desanya sudah bertahun-tahun tak diperbaharui. Terakhir, ada pemutakhiran data penerima PKH pada 2010 oleh petugas pendamping dari Kecamatan Salem.

“Pendataan ini sudah mulai 2008, kami juga menerima data udah mateng dari pusat. Pada 2010 ada pendamping PKH 2 orang Kecamatan Salem pemutahiran data di Desa Ciputih. Namun waktu itu data yang turun masih layak menerima. Rata-rata layak menerima PKH,” kata dia, JUmat (1/5/2020).

Setelah 10 tahun berlalu, data tersebut tidak diperbaharui. Bahkan, ketika sejumlah warga ekonominya meningkat, mereka masih jadi penerima manfaat PKH. “Salah satunya Pak Surya itu. Dia pun akhirnya mundur,” ungkapnya.

Menurut Slamet, selain Surya, saat itu ada 30 keluarga di desanya yang akhirnya mengundurkan diri dari keluarga penerima manfaat PKH. “Dari total 300 keluarga penerima, ada 30 orang yang mundur. Itu semua atas kesadaran dan sukarela,” katanya.

Salah satu warga yang mengundurkan diri PKH lainnya adalah Fika. Dia yang berprofesi sebagau perangkat desa setempat itu mundur karena masih banyak warga tak mampu yang lebih membutuhkan.

“Saya mengundurkan atas kesadaran sendiri. Saya memang pekerjaannya perangkat desa. Tapi waktu mendapatkan PKH belum jadi perangkat,” katanya.

Lain lagi yang dialami oleh Rina Indriati. Warga yang tergolong miskin di Desa Ciputih ini mengaku belum pernah menerima manfaat PKH dan bantuan lainnya. Dia mengaku beberapa kali didata oleh petugas, tapi bantuan tak kunjung datang. “Kapan ya waktu itu diminta KK sama petugas. Tapi engga tahu buat apa,” katanya.

Sebelumnya, sekitar 250 rumah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kecamatan Salem Kabupaten Brebes dilabelisasi sebagai warga miskin, Rabu (29/4/2020). Ratusan rumah tersebut berasal dari tiga desa yakni Desa Ciputih, Capar, dan Ganggawang.

Mereka yang dilabelisasi merupakan masyarakat penerima bantuan PKH (Program Keluarga Harapan) dan BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Labelisasi dilakukan oleh pihak desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. (*)

Reporter: Igong

Di kutip by AT dari Pantura Pos .Com

Share on facebook
Facebook
Share on telegram
Telegram
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on twitter
Twitter

2 komentar untuk “Bantuan PKH di Brebes Tak Tepat Sasaran, Rumah Mewah Dicap ‘Keluarga Miskin’”

  1. Assalamualaikum mohon kepada bapak pendamping PKH jatirokeh .di sebagian Rt…kartu Atm PKH di pegang ketua .seharusnya menurut aturan nya harus di pegang masing -masing penerima.soalnya kadang ada sebagian ketua kelompok tidak transparan.jadi mohon kepada bapak pendamping PKH agar di perhatikan.Terima kasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *